Guru Tua Pendidikan Khazanah Organisasi SIAR Khabar
TATA KELOLA & STRUKTUR

KOMDA Alkhairaat Kota Ternate.

Komisariat Daerah Alkhairaat Ternate sebagai pemegang mandat Pengurus Besar (PB) Alkhairaat melalui SK PB Alkhairaat No. 24/302/PBA/2024

Susunan Pengurus

MASA KHIDMAH 2024–2029

Klik kelompok struktur di bawah untuk meninjau nama personel dan amanah jabatan:

Ifdal Assagaf Ketua
Dr. Thamrin Husain Asisten I (Pendidikan & Dakwah)
Abdurrahman Albaar Asisten II (Adminstrasi dan Aset)
dr. Mohammad Alhabsyi Asisten III (Sosial)
Jafar Sadik Muhammad Asisten IV (Organisasi & Banom)
Fathy Inat Alhadar Sekretaris
Dr. Abdurrahman Baksir Wakil Sekretaris
Rifki Assagaf Bendahara
Babullah Kieraha Wakil Bendahara

Program Kerja Strategis

MASA KHIDMAH 2024–2029
01
01 / Bidang Pendak (Pendidikan & Dakwah)
PRIORITAS • PJ: Abdurrahman Baksir

Standardisasi Kurikulum Alkhairaat untuk jenjang MI/SD

Penarapan kurikulum Alkhairaat sesuai standar Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) 2025, dan kepesertaan murid kelas 6 dalam Ujian Akhir Perguruan (UAP) pada tahun pendidikan 2027-2028

Sasaran: 25 Mad-sek Se-Kota • 2025-2028
02
02 / Bidang Administrasi dan Aset
PRIORITAS • PJ: Abdurrahman Albaar

Sertifikasi Lahan

Sertifikasi seluruh tanah milik Alkhairaat di wilayah Koa Ternate.

Sasaran: Seluruh Titik Lahan • 2024-2029
PILAR KADERISASI

Badan Otonom (Banom)

Wadah pergerakan dan kaderisasi abnaul khairaat di Kota Ternate

WIA

Wanita Islam Alkhairaat

HPA

Himpunan Pemuda Alkhairaat

BANAAT

Banaat Alkhairaat

Sekilas Alkhairaat

ALHABIB IDRUS BIN SALIM ALJUFRI

Sebagai institusi keummatan, Alkhairaat adalah lembaga yang sangat akrab dengan masyarakat di kawasan timur Indonesia. Didirikan di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 14 Muharram 1349 Hijriah atau 30 Juni 1930 Masehi oleh Alhabib Idrus Bin Salim Aljufri yang juga akrab disapa dengan sebutan Guru Tua.

Beliau lahir di Kota Taris, Hadramaut pada hari Senin 14 Sya’ban 1319 Hijriah. Latar belakang keluarga Ayahnya berkait langsung dengan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dan Siti Fatimah Azzahra yang merupakan putri kesayangan Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Adapun Ibu Guru Tua adalah keturunan Bugis, salah satu suku di Sulawesi Selatan.

Sang pewaris dan penerus ajaran Nabi Muhammad SAW itu telah datang ke Indonesia sebanyak dua kali. Kedatangan pertama bersama ayah beliau di waktu kecil, dan kedatangan kedua pada tahun 1926 merupakan langkah perdana dalam melakukan syiar Islam di pulau Jawa, khususnya Jakarta dan Solo. Di kota Jakarta, beliau mengajar pada Madrasah Jamiat Khair, baru kemudian hijrah ke Solo dan sempat membuka serta memimpin Madrasah Al Rabithah Al Alawiyah hingga kepindahannya ke Palu dan mendirikan Madrasah Alkhairaat.

ASAL MULA NAMA ALKHAIRAAT

Nama Alkhairaat diambil dari beberapa hikmah ayat yang terdapat dalam Al-Qur'an. Ada sembilan ayat yang dinukilkan dengan berbagai makna yang mengikutinya. Salah satunya berbunyi sebagai berikut:

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam membuat kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al-Baqarah: 148).

Alkhairaat atau makna harafiahnya “kebaikan” menjadi kalimat kunci sekaligus ghirah dari Guru Tua dalam melakukan syiar Islam. Kelak di kemudian hari, kalimat tersebut mengundang kagum khalayak.

ALKHAIRAAT DI KOTA TERNATE

Tahun 1963, Guru Tua berkunjung ke Ternate, Bacan, Jailolo, Tobelo, Morotai, Patani, Weda, Maffa, Gane Dalam, dan Makian. Setahun setelah kunjungan tersebut, madrasah Alkhairaat resmi didirikan di Kota Ternate pada tanggal 21 September 1964 dengan dukungan penuh dari para tokoh Islam di kota ini, antara lain: Hamid Assagaf, Zen Assagaf, Abd. Rahman Sogira, Yasin Bopeng, Salim Alhadar, Muhammad Assagaf, Andi Aco, Ibrahim Umar, Muhammad Alhadar, Agil Bin Syech Abubakar, juga tokoh pemerintahan yakni Bupati Muhammad Syamil Djahir, dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupateb Maluku Utara, Muhammad Albugis.

Setelah resmi dibuka, pendidikan yang dijalankan adalah madrasah diniyah awaliyah terletak di tiga tempat yaitu Kampung Tengah, Kelurahan Gamalama (dipindah ke Kalumpang), Kampung Makassar, dan Falajawa (dipindah ke Kompleks Pohon Pala). (LP2A, 2007-Rev 2026)